![]() |
Feminisme berkembang luas dalam ideologi dan praktik. Gerakan yang mengundang banyak simpati individu dan kolektif untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, meskipun tidak lepas dari subjektivitas pengalaman opresi perempuan yang beragam. Dinamisnya pergerakan kelompok ini dan hak-hak yang diadvokasikan setidaknya juga menghasilkan persepsi ‘feminisme telah melampaui batas — terlampau jauh’ (feminism has gone too far). Studi literatur dilakukan untuk memahami keterhubungan fragmentasi kelompok feminisme terhadap timbulnya persepsi tersebut yang lebih lanjut berdampak pada munculnya perspektif anti-feminisme. Analisis menunjukkan feminisme sepatutnya berada pada jalan tengah yang mengedepankan kesetaraan dan keadilan gender. Feminisme harus mereduksi bias gender, mendasarkan ideologi dan aktivitasnya pada netralitas gender dalam rangka mengatasi berbagai persoalan perempuan secara lebih objektif. Selengkapnya
Photo: Roya Ann Miller.

Social Media