![]() |
Apakah etnografi visual sama dengan film etnografi? Antropolog tidak menyamakan film etnografi dengan etnografi visual. Film adalah medium bagi antropolog untuk menyajikan etnografi (Ruby 1975). Film etnografi yang dihasilkan dapat dianggap sebagai bagian dari antropologi — antropologi visual — tetapi bukan apa yang dimaksud dengan film antropologis sebagaimana dalam hal ini dibedakan dengan etnografi tertulis (Ruby 1975). Dalam tulisannya, Jay Ruby melakukan dikotomi itu sebab ia melihat film etnografi cenderung diproduksi sebagaimana film dokumenter dan tidak mengikuti langkah-langkah penelitian dan penulisan etnografi ilmiah. Sementara itu, pandangan David MacDougall yang mengadopsi perspektif Peter Wollen, memungkinkan makna dari sebuah film etnografi tidak secara langsung terkait dengan film tersebut atau melekat pada niat penulisnya, melainkan dapat dikondisikan dalam segitiga pemangku peran, yaitu subjek, pembuat, dan penikmat film (MacDougall 1978; Banks 2001; Wollen 2013). Dalam hal ini, Margaret Mead melihat film sebagai potensi dan peluang yang tidak patut untuk diabaikan karena melaluinya dapat merepresentasikan kejadian bahkan kebudayaan yang sekalipun tidak sampai oleh jangkauan panca indera (Hockings 1995). Sarah Pink menunjukkan keberpihakannya untuk mendukung implementasi pendekatan etnografi visual tanpa mengesampingkan representasi dan teks sebagai bagian dari praktik etnografi (Pink 2013). Pengalaman produksi film etnografi Lukas’ Moment tahun 2005 membuktikan bahwa eksplorasi etnografi dengan kamera yang menangkap gambar visual dengan mode visualitas menjaring (fishing) membantu mengungkap masalah mendalam Lukas beserta kompleksitas kepribadiannya (Danusiri 2018). Dengan demikian, film etnografi tidak dapat diabaikan keberadaannya sebagai bagian dari sumber keilmuan etnografi visual pada khususnya dan antropologi secara umum. Dewasa ini, meskipun metode yang digunakan antara pembuat film dengan etnografer berbeda, namun film etnografi dapat dianggap sebagai suatu representasi karena menampilkan pengalaman-pengalaman empiris suatu masyarakat dan kebudayaannya.
Lantas, bagaimana etika merekam gambar (photo still dan film) dalam penelitian etnografi visual? Etika merekam gambar dalam penelitian etnografi visual setidaknya ditekankan pada dua aspek, yaitu informed consent dan perlindungan privasi.
Penjelasan
dan persetujuan (informed consent)
Menginformasikan
tujuan penelitian, prosedur, dengan segala implikasinya secara transparan,
jujur, dan terbuka kepada subjek penelitian merupakan langkah etis untuk
memperoleh persetujuan dari yang bersangkutan, yang mana mereka dihadapkan pada
kebebasan untuk memilih apakah bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian
atau tidak (Pauwels 2015).
Melindungi
privasi
Pengambilan
gambar atau investigasi yang melibatkan individu diharuskan untuk
mempertahankan anonimitas semua pihak, baik subjek yang diteliti maupun
masyarakat (Pauwels 2015). Misalnya, dengan cara memburamkan, tidak
memperlihatkan, atau menutupi bagian-bagian tertentu wajah sehingga membuatnya
sulit dikenali dan hal ini menjadi bagian dari upaya melindungi identitas
mereka yang tertangkap oleh kamera. Selain itu, perlindungan privasi juga
menyangkut kerahasiaan maupun keamanan daripada orang yang dimintai keterangan
atau diwawancara.
Photo: Kyle Loftus.
Referensi
Banks, Marcus. 2001. Visual Methods in
Social Research. London: SAGE Publications.
Danusiri, Aryo. 2018 “Intersubjektivitas
dan Gaya Kamera dalam Film Etnografi.” Antropologi Indonesia 39 (1): 59-74.
MacDougall, David. 1978. “Ethnographic
Film: Failure and Promise.” Annual Review of Anthropology 7: 405-425.
doi:10.2307/2155700.
Mead, Margaret. 1995. “Introduction:
Visual Anthropology in A Discipline of Words.” Dalam Principles of Visual
Anthropology, diedit oleh Paul Hockings, 3-10. Berlin: Mouton de Gruyter.
Pauwels, Luc. 2015. Reframing Visual
Social Science: Towards a More Visual Sociology and Anthropology. Cambridge:
Cambridge University Press.
Pink, Sarah. 2013. Doing Visual
Ethnography. London: SAGE Publications.
Ruby, Jay. 1975. “Is an Enthnographic Film
a Filmic Ethnography?” Studies in Visual Communication 2 (2): 104-111. https://repository.upenn.edu/svc/vol2/iss2/6.
Wollen, Peter. 2013. Signs and Meaning
in the Cinema. London: Palgrave Macmillan.

Social Media